
Sekarang kita jalan-jalan ke
Surabaya Ibu kota Povinsi Jawa Timur yang dari dahulu sampai sekarang tempat untuk mengadu nasib alias tempat impian mereka yang tinggal di luar kota
Surabaya untuk merubah Kehidupan / Urbanisasi. Sepintas dari berita dari Koran, Televisi, ataupun dari mereka yang sudah dulu masuk Surabaya rata-rata Menjajikan Kehidupan yang Layak, Namun itu tidak bisa terjadi dalam kurun waktu yang singkat. Contoh saya Masuk Surabaya sekitar th. 1987 Begitu sudah di
Surabaya harus Bekerja Keras dari Bekerja di Bengkel Las yang tiap hari harus menghadapi Panas dari Las itu dan Bau Karbit yang terasa. Masuk Surabaya kalau tidak di Barengi Kemampuan diri yang Cukup ini jadinya kayak saya ini. Memang dari dulu Lebih Enak jadi Orang Pandai daripada Bodoh dan Enak jadi Orang yang beruntung namun itu tidak berlaku di semua orang alias takdir dari Alloh. Banyak di Surabaya mohon maaf Orangnya gak Pandai bahkan gak ngerti Tulis jadi Pengusaha Besar , tetapi untuk menjadikan itu di butuhkan Investasi Susah dulu. Saya Percaya apa yang dikatakan orang tua kita dulu untuk Merubah Nasib di butuhkan dua hal, Pertama dengan Jalur Sekolah, ini yang menjadi pintar dan Kesempatan untuk bekerja yang lebih bagus terbuka namun harus di imbangi Kemampuan diri dan terus belajar. Kedua dengan Jalan Berwiraswata alias Membuka Usaha yang bisa Jadi Harapan untuk Lebih Bagus kehidupannya, Nah yang kedua ini banyak yang mengerjakan namun hasilnya tidak bagus yang dia Harapkan. Membuka Usaha sendiri di butuhkan diri yang kuat, Ulet, tabah, Suka belajar dan Doa. Untuk Menjadikan Usaha yang bisa Maju ini kendala, Rintangan, luar biasanya Masalahnya.Di mata orang-orang Berusaha sendiri dan sudah berhasil Rata-Rata mereka melihat hasilnya dan tidak tahu Permasalahannya. Saya memilih Opsi kedua atau Wiraswasta ini yang saya ambil dan Saya Membuka Usaha Rangkaian Bunga yang Melayani Pesanan
Bunga untuk Pengiriman di
Surabaya.